Eceng Gondok Naikkan Bobot Itik

Filed in Majalah, Satwa by on 11/04/2019

Itik alabio yang diberi pakan campuran 75% eceng gondok terfermentasi, 3% tepung ikan, dan 22% dedak

Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik.

Kerap dianggap gulma, ternyata eceng gondok lezat bagi ternak dan berkah bagi peternak. Hasil penelitian teranyar mengungkapkan pemberian pakan berbahan Eichhornia crassipes berdampak positif terhadap pertumbuhan itik alabio. Buktinya bobot itik berumur kurang lebih 3 bulan yang mendapatkan pakan berisi campuran 75% eceng gondok terfermentasi, 3% tepung ikan, dan 22% dedak selama 3 bulan mencapai 4,9 kg. Bandingkan dengan itik yang mengonsumsi 100% pakan pabrik hanya berbobot 4 kg.

Itik pun terlihat menikmati pakan campuran itu karena teksturnya lebih lembut dan mudah dicerna. Itu karena kandungan air tersisa dalam eceng gondok. Aroma ransum yang lebih baik—tidak tercium wangi dedak yang kuat—pun mampu meningkatkan nafsu makan itik. Selain memudahkan pencernaan, eceng gondok terfermentasi juga memperpanjang daya simpan pakan dan meningkatkan kandungan nutrisi.

Melimpah

Sejatinya eceng gondok tidak hanya bermanfaat untuk itik. Potensi eceng gondok sebagai pakan pun baik untuk ruminansia seperti sapi, domba, dan kambing. Kelinci pun bisa menikmati tanaman yang pertama kali ditemukan di Sungai Amazon, Brasil itu. Musababnya eceng gondok mengandung protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, lemak, vitamin A, dan selulosa. Inovasi eceng gondok sebagai pakan terobosan penting lantaran mengurangi biaya pakan hingga 50% jika eceng gondok terfermentasi dicampurkan sebanyak 50%-75% dalam pakan.

Pertumbuhan eceng gondok yang pesat meresahkan ekosistem perairan air tawar.

Lazimnya biaya pakan 60% dari total ongkos produksi. Dengan kata lain keuntungan peternak pun lebih tinggi jika menggunakan pakan berbahan eceng gondok terfermentasi. Untungnya, eceng gondok mudah diperoleh dan berlimpah. Pertumbuhan eceng gondok sangat cepat. Satu batang eceng gondok berkembang menutupi perairan 1 hektare dalam waktu 52 hari. Jika dibiarkan selama 1 tahun eceng gondok mengisi lahan 7 hektare. (Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan)

Tags: , , , ,

Powered by WishList Member - Membership Software