Diet Pelangi Atasi Kanker

Filed in Fokus, Majalah by on 03/02/2017

Sayuran dan buah-buahan berwarna-warni membantu mencegah penyakit kanker.

Tomat indigo rose, sayuran yang mengandung antosianin.

Tomat indigo rose, sayuran yang mengandung antosianin.

Kanker salah satu penyakit paling menakutkan di dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2012 terdapat 14-miliar penderita kanker. Dari jumlah itu 8,2 miliar di antaranya berakhir dengan kematian. WHO memprediksi pada dua dekade berikutnya jumlah kematian akibat kanker meningkat hingga 70%. Menurut dokter di Ciracas, Jakarta Timur, dr Erica Gusnawati, kanker timbul karena perubahan sel-sel menjadi tidak normal.

Contohnya regenerasi yang berlebihan dan tidak sesuai siklus. “Regenerasi yang tidak normal itu bisa saja terjadi di berbagai organ tubuh manusia,” kata Erica. Celakanya hampir semua bagian tubuh manusia, berpeluang terserang sel kanker. Hingga kini belum diketahui secara jelas penyebab utama kanker. Menurut Erica faktor yang mempengaruhi penyakit degeneratif itu antara lain mutasi gen dan pola hidup atau pola makan yang tidak sehat.

Pemicu kanker
Erica menuturkan untuk mendiagnosis kanker biasanya lewat tes fisik dan uji laboratorium seperti fecal occult blood test, computed tomography scanner (CT Scan), dan magnetic resonance imaging. Dokter alumnus Universitas Muhamadiyah Jakarta itu menuturkan, konsumsi makanan rendah serat, makanan cepat saji, tinggi lemak, berpengawet, merokok, dan alkohol memicu sel kanker.

Prof Dr Ir Ali Khomsan, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor.

Prof Dr Ir Ali Khomsan, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor.

Adapun pengobatan medis yang kerap dilakukan adalah operasi, kemoterapi, dan radiasi. Dokter melakukan kemoterapi jika pasien mengidap kanker stadium awal. “Jika lebih dari stadium II biasanya mengombinasikan kemoterapi dan radiasi,” katanya. Menurut herbalis di Klinik Citra Insani, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Dr (HC) Mochamad Yusuf, faktor lingkungan dan gaya hidup juga berperan memicu kanker.

Menurut Yusuf pemilihan makanan tinggi lemak dan kurang serat dapat memperparah penyakit. Herbalis yang juga ahli akupuntur itu menuturkan, pengaturan pola makan rendah lemak dan cukup serat sangat dianjurkan. “Misal kacang tanah bisa digantikan dengan kacang mete yang lebih rendah lemak untuk dikonsumsi oleh pasien pengidap kanker,” katanya. Panganan seperti buah-buahan dan aneka sayuran segar juga dapat mencegah serangan penyakit degeneratif itu.

Diet pelangi
Menurut dokter di Bandung, Jawa Barat, dr Oetjoeng Handajanto, pangan buah-buahan dan sayuran mentah justru lebih direkomendasikan bagi pengidap kanker. “Makanan matang justru hanya menghasilkan kalori tetapi minim nutrisi,” paparnya. Instruktur dan hidroterapis kolon itu mengatakan, manusia pada dasarnya termasuk kategori frugivora atau pemakan buah sehingga lebih cocok memakan buah dan sayuran mentah yang kaya nutrisi.

“Serat pada buah dan sayuran mentah mengandung nutrisi lengkap yang diperlukan oleh tubuh, sehingga jika dikonsumsi dengan sendirinya membentuk senyawa antikanker,” papar Oetjoeng.

Menurut ahli gizi di Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ali Khomsan, makanan berpotensi antikanker, terutama yang mengandung antosianin. “Antosianin adalah senyawa antioksidan kuat sehingga berpotensi antikanker,” kata Ali Khomsan. Menurut Loretha Natalia Samber, periset dari program studi magister Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana, antosianin adalah pigmen yang menyebabkan warna merah, ungu, dan biru pada sayuran dan buah-buahan. Loretha menuturkan antosianin berperan sebagai penangkal radikal bebas pada tubuh.

Ragam pangan warna-warni kaya antioksidan cocok bagi penderita kanker.

Ragam pangan warna-warni kaya antioksidan cocok bagi penderita kanker.

Khomsan mengatakan buah atau sayuran berwarna merah, jingga, ungu, dan hijau umumnya kaya antioksidan. Doktor Family and Consumer Sciences Education alumnus Lowa State University, Amerika Serikat, itu mengatakan, diet makanan kaya antioksidan sangat dianjurkan bagi pasien yang mengidap kanker. Salah satunya dikenal dengan istilah diet pelangi. “Diet pelangi adalah penganekaragaman konsumsi pangan kaya antioksidan berdasarkan warna untuk memenuhi kebutuhan gizi,” papar Khomsan.

Contohnya sayuran atau buah berwarna merah biasanya kaya antioksidan likopen. Sayuran atau buah berwarna merah keunguan mengandung flavonoid, jingga alfakaroten dan betakaroten, jingga kekuningan kriptosantin, kuning kehijauan lutein dan zeasantin, hijau sulfaropen, putih kehijauan organosulfida dan flavonoid, serta biru keunguan antosianin. Sebutan antosianin berasal dari bahasa Yunani anthoscyanos, terdiri atas dua kata kata anthos yang berarti bunga, cyanos yang berarti biru—identik dengan warna ungu kebiruan.

Untuk mencegah kanker kolon, Khomsan menyarankan pangan tinggi serat untuk memudahkan penderita kanker kolon jika hendak buang air besar. “Maknanan kaya serat dapat memperbaiki struktur feses sehingga tidak menimbulkan kesulitan saat buang air besar,” katanya. Makanan rendah lemak, kaya antioksidan, dan tinggi serat pilihan ampuh melawan kanker. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Tags: , , ,

Powered by WishList Member - Membership Software