seputar agribisnis

Kalanjana

Filed in seputar agribisnis by on 15/01/2016
Kalanjana

Awalnya jeruk keprok, kemudian apel manalagi, sekarang rumput kalanjana. Sungguh heran, bercampur bingung melihat perubahan di desa ibu saya. Pada awal tahun 1960-an, pekarangan kakek penuh pohon jeruk. Bukan hanya buahnya yang manis, kulitnya pun lezat dibuat trancam – semacam lalap dengan

Continue Reading »

Salak Lesung

Filed in seputar agribisnis by on 07/12/2015
Salak Lesung

Mengapa petani salak jarang yang buta huruf dan hobi membaca?  Karena rata-rata mereka punya retina mata yang bagus.  Ibu yang suka mengonsumsi buah salak sewaktu hamil muda, bayinya akan lahir dengan mata yang tajam, bersinar-sinar. Betul.  Salak mengandung betakaroten tinggi yang baik untuk pertumbuhan bayi. Namun, jangan terlalu banyak makan salak.  Ada mitos yang kurang […]

Continue Reading »

Telur Terbang

Filed in seputar agribisnis by on 23/11/2015
Telur Terbang

Kaviar dari Makassar? Bukan, di sana orang menyebutnya telur ikan tuing-tuing. Itulah yang sering dibanggakan sebagai kuliner paling eksotis di Sulawesi Selatan. Jadi masuk akal ketika Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, berkunjung ke Takalar, pejabat setempat dengan bangga menyiapkan hidangan paling mewah itu. Persiapannya pun menjadi berita besar: jamuan telur ikan terbang untuk Menteri. […]

Continue Reading »

Cumi Calamari

Filed in seputar agribisnis by on 19/10/2015
Cumi Calamari

Mana yang lebih Anda sukai: cumi-cumi, calamari, atau sotong? Bertahun-tahun saya terbiasa dengan oseng-oseng cumi basah, cumi santan cabai ijo, dan sotong hitam bumbu rujak. Namun, belakangan dikenalkan pada calamari rings – cumi goreng potong cincin yang gurih kriuk-kriuk. Ternyata saya hidup bersama para penggemar cumi-cumi. Jane di Den Haag, Belanda, suka nasi goreng cumi […]

Continue Reading »

Teri Surga

Filed in seputar agribisnis by on 30/09/2015
Teri Surga

Bulan Agustus 2015, ketika Republik Indonesia berulang-tahun ke 70, beredar 362 resep memasak ikan teri. Wah kalau setiap hari satu jenis kuliner berbasis teri alias anchovy berarti satu tahun baru tuntas menikmati aneka teri. Resep itu pun, tentu belum lengkap benar. Yang 362 macam itu baru cara memasaknya, bukan ragam teri dan macam-macam jenis ikannya. […]

Continue Reading »

Kuliner Ekstrem

Filed in seputar agribisnis by on 14/08/2015
Kuliner Ekstrem

Menjelang hari Lebaran, Juli 2015 terkuak penyelundupan daging trenggiling beku yang nyaris lolos dari Bandar Udara Juanda, Surabaya. Petugas pabean menyita dan memusnahkan 455 trenggiling Manis javanica berbobot 1,3 ton yang sudah dikemas dalam 43 boks dan disamarkan sebagai ikan segar. Kabarnya harga satu kilogram daging trenggiling mencapai Rp2,5-juta di pasar internasional. Pantaslah sejak 2010 […]

Continue Reading »

Titan Arum

Filed in seputar agribisnis by on 15/07/2015
Titan Arum

Titan arum Amorphophallus titanum kita kenal umum sebagai bunga bangkai. Pernahkah  Anda melihat dan mencium aromanya? Ada 200 macam bunga titan arum dan 17 di antaranya khas, endemik Provinsi Bengkulu. Bunga raksasa itu mengagumkan tapi juga mengkhawatirkan. Tingginya 3 meter, beraroma daging membusuk, semakin langka, karena habitatnya rusak akibat perusakan hutan. Menteri Lingkungan Hidup dan […]

Continue Reading »

Etno-Duriologi

Filed in seputar agribisnis by on 04/06/2015
Etno-Duriologi

Awal Juni 2015 digelar simposium durian sedunia di Chantaburi, Thailand. Dua bulan sebelumnya ada simposium durian Nusantara di Bogor, Provinsi Jawa Barat. Paling sedikit 160 kepala dari tujuh komponen durian tanahair angkat bicara. Pertama, pekebun durian. Mereka pemilik pohon dan bisa memasok buahnya. Harus diakui, 85% pohon durian ditanam langsung oleh Tuhan, harimau, gajah, dan […]

Continue Reading »

Kebun Sekolah

Filed in seputar agribisnis by on 08/05/2015
Kebun Sekolah

Di atas bukit ada rumah sekolah dan asrama dengan kebun murbei. Anak-anak dan burung-burung berkicau sesuka hati di sana. Ayah mengirim saya ke sekolah itu pada 1962. Kebun murbei yang terawat rapi menutupi ladang jagung dan singkong di seberang lain sekolah kami. Itulah kenangan pertama pekarangan sekolah yang kini menjadi taman. Tak ada lagi anak […]

Continue Reading »

Merak Hijau

Filed in seputar agribisnis by on 09/04/2015
Merak Hijau

Saya masuk Grup Bina Swadaya pada Agustus 1992 dengan gaji Rp415.000 sebulan. Di kantin, Jumino menawarkan sepasang anakan burung merak hijau Rp400.000.  Waktu itu bulu merak dijual eceran Rp1.000. Mana lebih bagus? Membawa pulang burung itu dengan risiko dicubit istri sampai mati? Atau setorkan gaji ke rumah dan memandang saja si burung merak dari jauh? […]

Continue Reading »

Powered by WishList Member - Membership Software