seputar agribisnis

Cinta Anura

Filed in Majalah, seputar agribisnis by on January 5, 2017
Cinta Anura

Tubuhnya pendek, gempal, berkulit halus, punggungnya agak bungkuk.  Itulah makhluk tanpa ekor– katak dan kodok –  satwa kesayangan Presiden Joko Widodo. Mengapa satwa amfibi yang tergolong ordo Anura (an berarti tanpa dan oura berarti ekor) ini perlu dicintai? Karena kodok memberi inspirasi dan menyegarkan otak. “Nyanyiannya menenteramkan, membuat tidur

Continue Reading »

Setulus Kelinci

Filed in Majalah, seputar agribisnis by on December 10, 2016
Setulus Kelinci

Dewa Indra tidak percaya bahwa kelinci tulus-ikhlas mau menyumbangkan dagingnya kepada pengemis yang kelaparan.  Ia sudah mendengar, monyet bisa menyumbangkan buah mangga. Entah mencuri dari mana. Cerpelai – musang air juga bisa mempersembahkan tujuh ikan emas yang ditangkapnya di kolam.  Sapi berkurban memberikan susu, dan seterusnya. Tapi kelinci? Eka Budianta*

Continue Reading »

ANGGUR BERNYANYI

Filed in Majalah, seputar agribisnis by on November 7, 2016
ANGGUR BERNYANYI

Anggur kerap ditanam petani di desa maupun di kota. Tengok saja di Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sebuah perumahan di Pondok Aren, malah membuatnya sebagai  tanaman hias.  Rimbun, elegan, berfungsi sekaligus sebagai garasi. Beberapa tampak berbuah, dengan malai dan sulurnya yang indah. Ayah saya berulang-ulang juga menanamnya. Sejak kecil

Continue Reading »

Swasembada Holistik untuk Sapi

Filed in Majalah, seputar agribisnis by on October 12, 2016
Swasembada Holistik untuk Sapi

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Pertanian 2015, jumlah produksi daging sapi nasional mencapai 523.920 ton per tahun. Sementara tingkat konsumsi daging sapi masyarakat Indonesia berdasarkan data Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) pada 2014 rata-rata 2,36 kg per kapita. Jika jumlah penduduk Indonesia mencapai 250-juta jiwa,

Continue Reading »

Negeri Taman

Filed in Majalah, seputar agribisnis by on October 11, 2016
Negeri Taman

Surabaya bergembira. Taman-taman kota membuat warganya sehat.  Penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menurun signifikan. Berbagai indikator kesehatan masyarakat membaik. Warga lebih rajin bekerja. Tingkat stres pun menurun. Kehidupan semakin nyaman. Itulah berita kecil dari berbagai surat kabar pada September 2016.  Kita boleh senang. 

Continue Reading »

Kunyit Setia

Filed in Majalah, seputar agribisnis by on September 14, 2016
Kunyit Setia

“Mohon izin mengirim kunyit abadi, untuk sahabat kami di sisi-Mu.” Begitu petikan puisi yang dibacakan pada peresmian Sentra Jamu Indonesia, awal Agustus 2016. Sungguh menyedihkan. Mengapa sampai ingin mengirim kunyit ke surga? Colin Wild dikenal luas sebagai penulis antologi sejarah Gelora Api Revolusi. Sebelum meninggal di rumah tuanya

Continue Reading »

BIJAK PETAI

Filed in Majalah, seputar agribisnis by on August 6, 2016
BIJAK PETAI

Setiap Lebaran petai Parkia speciosa menjadi primadona.  Namun, sepanjang 2016 boleh dibilang adem-ayem, tenteram. Tidak ada kontroversi yang tajam.  Mengapa? Sebab harga petai turun signifikan akibat panen raya berlimpah.  Di Jakarta harga ketengan berkisar Rp8.000 tiap satu papan atau renteng. Sementara di Kualalumpur cukup RM95 untuk setiap 100

Continue Reading »

Pangan Strategis

Filed in Majalah, seputar agribisnis by on July 12, 2016
Pangan Strategis

Pemikir dan praktikus bisnis hijau, Karen Tambayong, heran mengapa daging sapi masuk komoditas strategis. Ia bertanya, “Mengapa bukan ikan atau telur bebek, atau produk lain sesuai dengan geospasial bangsa Indonesia?” Maksudnya kalau sudah biasa makan sagu jangan disuruh makan nasi. Kalau suka daging kerbau jangan diganti daging sapi.

Continue Reading »

Matahari

Filed in seputar agribisnis by on February 3, 2016
Matahari

Di permukaan waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, bermunculan pulau-pulau kecil; terutama pada puncak musim kemarau.  “Mari kita tanami bunga matahari,” kata Prof Otto Soemarwoto, guru besar Ilmu Lingkungan Universitas Padjadjaran.  Kami setuju. Namun, sampai Otto wafat, taman bunga matahari tidak pernah terwujud. Pertama, sulit mencari bibit. Kedua, lahan terpencil. Tidak realistis, sukar dikelola. Tahun […]

Continue Reading »

Kalanjana

Filed in seputar agribisnis by on January 15, 2016
Kalanjana

Awalnya jeruk keprok, kemudian apel manalagi, sekarang rumput kalanjana. Sungguh heran, bercampur bingung melihat perubahan di desa ibu saya. Pada awal tahun 1960-an, pekarangan kakek penuh pohon jeruk. Bukan hanya buahnya yang manis, kulitnya pun lezat dibuat trancam – semacam lalap dengan

Continue Reading »

Powered by WishList Member - Membership Software