Cara Bagus Pijahkan Gabus

Filed in Majalah, Satwa by on September 16, 2016

Kunci sukses pijahkan ikan gabus, yakni mengatur ketinggian air, berikan naungan dan substrat.

Benih ikan gabus ukuran 10 cm. Padat tebar 30 ekor per m².

Benih ikan gabus ukuran 10 cm. Padat tebar 30 ekor per m².

Ikan gabus kerap langka di pasar. Harap mafhum pemasok masih mengandalkan tangkapan alam. Oleh karena itu perlu meningkatkan pasokan ikan gabus hasil budidaya agar produksi tetap optimal. Caranya dengan domestikasi ikan gabus dari alam ke wadah budidaya. Berdasarkan tingkat domestikasi, ikan gabus masuk pada tingkatan terdomestikasi hampir sempurna.

Sebab, seluruh siklus hidup ikan gabus dapat dilakukan di wadah budidaya meski keberhasilannya masih rendah. Domestikasi sebagai tujuan budidaya juga belum maksimal karena terbatasnya informasi mengenai status reproduksi ikan gabus. Ikan anggota famili Channidae itu memiliki pola pemijahan musiman, yaitu pada awal musim hujan.

Ketinggian air
Sebelum membudidayakan, perlu mengkaji status reproduksi ikan gabus di perairan alami dan wadah budidaya serta pengaruh beberapa perlakuan. Perlakuan itu di antaranya pengaturan ketinggian air, kombinasi pemberian naungan dan substrat, serta kombinasi penyuntikan hormon dan ketinggian air terhadap perkembangan gonad ikan gabus dalam wadah budidaya.

Budidaya ikan gabus perlu naungan seperti kehidupan di habitat aslinya.

Budidaya ikan gabus perlu naungan seperti kehidupan di habitat aslinya.

Penelitian sejak Juli 2006 hingga Juni 2007 itu berlangsung di perairan rawa Bangkau, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan dan Laboratorium Basah, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Pada evaluasi status reproduksi, tiap bulan sekali pengambilan ikan betina dari rawa dan wadah budidaya sebagai sampel.

Sampel 5 ekor masing-masing berbobot 200 g per ekor. Ikan-ikan itu diamati dengan menimbang bobot tubuh, bobot gonad atau kelenjar kelamin, bobot hati, serta diambil darah serta telur. Hasilnya ada kesamaan pola perkembangan status aspek reproduksi ikan gabus di perairan rawa dan di wadah budidaya. Di rawa konsentrasi hormon estrogen ikan gabus berupa estradiol-17ß.

Konsentrasi hormon estrogen 85,3 pg per ml pada Juni sampai 169,2 pg/ml pada Desember. Bandingan dengan konsentrasi hormon estrogen dalam wadah budidaya berkisar 80,5 pg/ml pada Juli sampai 118,3 pg/ml pada April. Melihat masa perkembangan kematangan gonad di wadah budidaya lebih panjang memungkinkan penyediaan induk yang matang dalam wadah budidaya.

Namun, konsentrasi estradiol-17ß ikan gabus di perairan rawa lebih tinggi dibanding dengan di wadah budidaya. Itulah sebabnya perlu pemicu agar kematangan gonad induk di wadah budidaya optimal. Ketinggian air pemicu perkembangan gonad ikan gabus dalam wadah budidaya. Hasil riset selama 60 hari di laboratorium menempatkan 32 pasang ikan di bak semen yang masing-masing berukuran 80 cm x 50 cm x 80 cm.

Pengecekan jenis kelamin gabus. Rasio jantan-betina 1:4.

Pengecekan jenis kelamin gabus. Rasio jantan-betina 1:4.

Ketinggian air 25 cm selama 15 hari lalu dinaikkan menjadi 50 cm selama 45 hari menjadi perlakuan terbaik. Pemberian pakan 4% dari bobot tubuh. Perlakuan itu memicu perkembangan gonad ikan gabus. Keadaan alami di rawa, pemijahan ikan gabus bermula pada Agustus—memasuki musim hujan alias terjadi penambahan ketinggian air. Penaikan ketinggian air dalam wadah budidaya gambaran ketinggian air alami di rawa.

Rangsang hormon
Perlakuan selanjutnya yaitu pemberian naungan dan substrat. Harap mafhum, di habitat alaminya ikan gabus lebih banyak berada di antara tanaman air dan atau naungan. Fungsi tanaman air atau naungan itu sebagai tempat pengintaian atau persembunyian ketika akan memangsa dan sebagai tempat pengasuhan larva sampai ukuran fingerling atau 60 mm. Hasil terbaik pemberian naungan seperempat bagian dari wadah.

Gunakan substrat berlumpur. Hasil terbaik itu tak lepas dari cara makan ikan gabus yang mengintai mangsa dan kemampuannya bertahan dengan membenamkan diri ke dalam lumpur. Naungan dan substrat lebih berfungsi sebagai lingkungan ideal dalam menoleransi keadaan di lingkungan alaminya. Penyuntikan hormon gonadotropin seperti sGnRH-a+ad plus mengatur ketinggian air juga memacu pemijahan ikan gabus.

Dengan injeksi 0,2 ml per kg sGnRH-a+ad dan ketinggian air 15 cm memberikan hasil terbaik terhadap derajat pembuahan dan derajat penetasan ikan di dalam wadah. Penyuntikan dua kali secara intramuskular atau penyuntikan ke jaringan otot di belakang sirip punggung bagian kiri dan kanan. Injeksi pertama sepertiga dosis total atau 0,2 ml per kg dan 10 jam kemudian penyuntikan kedua dua per tiga dari dosis total.

562_-139Perlakuan itu menghasilkan derajat pembuahan 99,2% dan derajat penetasan 98,1%. Secara umum upaya memanipulasi lingkungan dengan meniru keadaan alamiahnya. Saat awal musim hujan, perkembangan gonad optimal. Hasil penelitian membuktikan hanya dengan mengatur atau mengendalikan ketinggian air di dalam wadah budidaya beberapa indikator status reproduksi dapat berkembang secara optimal.

Pemberian naungan, substrat, penyuntikan hormon, dan mengatur ketinggian air menjadi kunci sukses pemijahan ikan gabus yang permintaannya kian melonjak. Semua upaya itu untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tinggi akan ikan gabus Channa striata dengan tetap menjaga kelestariannya di alam. (Dr Ir Untung Bijaksana MP, ahli budidaya perairan Fakultas Perikanan, Universitas Lambung Mangkurat)

Tags: , ,

Powered by WishList Member - Membership Software