Air: Modal Tunjuk Langit

Filed in Topik by on 05/07/2010 0 Comments

 

Jabon menghendaki daerah basah dengan curah hujan 1.500 – 2.000 mm/tahun. ‘Lebih optimal di kisaran 3.000 mm/tahun,’ ungkap Agus. Pertumbuhan jabon di tempat banyak air bisa 2 kali lipat dibanding tempat minim air. Lingkar pohon umur 3 tahun mencapai 80 cm. Jika kurang air, hanya setengahnya.

Jangan lupa iringi dengan pemupukan dan perawatan lain secara intensif. Tujuannya selain jabon terhindar dari hama dan penyakit, pun agar pertumbuhannya optimal. Inilah kunci agar jabon cepat menjulang. (Faiz Yajri)

Agus Setiawan S Hut, jabon umur 3 tahun setinggi 13 – 14 m dan lingkar batang 79 – 80 cm

Biji jabon yang dijual di pasaran terdiri dari 3 grade.

  • Grade I: bersih dari kotoran, daya kecambah bisa 98%, harganya Rp2-juta/kg.
  • Grade II: masih ada kotoran, daya kecambah 50%, harga Rp750.000 per kg.
  • Grade III: masih tercampur kotoran, daya kecambah 40%, harga Rp500.000/kg.

Semai biji

  1. Biji jabon langsung disemai di tanah. Biji disemai dengan cara ditebar atau dicampur pasir terlebih dulu agar merata saat ditebar di lahan semai. Dua gram benih dicampur dengan 100 g pasir halus. Bisa juga dibuat guratan di lahan semai lalu biji jabon diletakkan di sana. Tutup tempat persemaian dengan sungkup plastik sehingga biji tidak terkena hujan langsung tapi sinar matahari tetap bisa masuk. Maklum jabon tergolong light demander atau membutuhkan cahaya untuk pertumbuhannya. Sebaiknya arah larikan memanjang utara – selatan agar optimal mendapatkan cahaya. Dengan viabilitas 35%, dari 2 g benih diperoleh 12-ribu bibit jabon. Lahan persemaian mesti bebas cipratan air karena biji jabon yang lembut rentan hilang atau rusak akibat limpasan air hujan. Buat gundukan setinggi 20 – 30 cm di sekeliling lahan penyemaian untuk mencegah air merusak benih jabon.
  2. Biji jabon juga bisa disemai di alas guludan setinggi 40 – 50 cm dan lebar 1 m. Lalu tutup dengan plastik. Dengan meninggikan guludan biji aman dari cipratan air.
  3. Biji disemai di alas wadah plastik. Gunakan wadah berlubang halus agar air tidak menggenang. Isi bak dengan 3 lapisan media:
  1. a. Lapisan bawah setebal 2 – 3 cm terdiri dari pasir kasar
  2. b. Lapisan tengah setebal 10 cm menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang
  3. c. Lapisan atas pasir halus yang dicampur pupuk kandang setebal 2 cm

Lakukan penyiraman 2 kali sehari pagi dan sore menggunakan sprayer dengan butiran halus agar tak merusak biji. Tanah persemaian sebaiknya disterilkan dulu dengan pemanasan 900C agar semua cendawan dan biji-bijian lain mati.

Persiapan bibit

Umur 10 hari pascasemai biji mulai pecah. Pada cuaca mendung lebih lama, jadi 15 hari. Jika lebih dari masa itu tak pecah berarti biji tak tumbuh. Pada umur 1 bulan pascasemai bibit jabon mencapai tinggi 1 – 2 cm. Saat itu ia bisa dipindah ke polibag berukuran 0,5 cm x 0,5 cm. Umur 2 bulan tingginya 5 cm; 3 bulan, 5 – 7 cm. Pada umur 4,5 – 5 bulan pascasemai tingginya mencapai 30 – 70 cm dan siap tanam.

Penanaman

Buat lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm. Tambahkan 200 – 300 g kapur plus 5 kg pupuk kandang. Jarak tanam yang dianjurkan 4 m x 4 m atau 4 m x 6 m. Sebagai pupuk awal benamkan 50 g NPK per tanaman. Cara lain, campur 100 g NPK dengan 4 liter air. Lalu siramkan ½ liter larutan per 6 bulan. Itu berselang-seling dengan pemberian Urea 50 g per tanaman per 6 bulan. Pada umur 3 tahun, dosis Urea menjadi 80 g per tanaman. Tanam jabon di awal musim penghujan untuk menghemat biaya pengairan dan meminimalisir kematian bibit akibat kekeringan.

Pada awal penanaman, penyiangan harus kerap dilakukan. Tujuannya supaya pertumbuhan jabon tak kalah dengan gulma. Pun untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Setelah tanaman berumur 3 tahun penyiangan bisa lebih jarang.

Jabon butuh ketersediaan air agar pertumbuhannya optimal. Pada tanah yang kelembapannya rendah, jabon sebaiknya ditanam berbarengan dengan pohon yang lambat tumbuh dan selalu hijau. Contohnya tembesu Fagraea fragrans, mangir Ganophyllum falcatum, ataupun bintangur Callophyllum inophyllum. Dengan begitu kelembapan tanah selalu terjaga.

Jabon mengalami absisi atau menggugurkan cabang sendiri dan defiolasi atau menggugurkan daun. Sebaiknya cabang patah secara alami bukan dipaksa. Jika dipaksa, maka mata kayu tumbuh ke dalam sehingga menurunkan mutu kayu.

Menurut Prosea Plant Resources of South East Asia, pada umur 0 hingga 6 – 8 tahun pertumbuhan kaatoan bangkal – sebutan jabon di Brunei – mencapai mencapai 3 m/tahun dengan pertambahan riap 7 cm/tahun. Setelah itu kecepatan tumbuh menurun menjadi 2 m/tahun dan diameter hanya 3 cm/tahun hingga tanaman berumur 20 tahun.

Hama dan Penyakit

Persemaian

  1. Semut. Bagian diserang: biji, lembaga, akar bibit. Cara mengatasi: kaki bak kecambah direndam air
  2. Rayap, rengas, rinyuh. Bagian diserang: akar, batang, bibit. Cara mengatasi: bersihkan bedeng dari sisa-sisa kayu
  3. Siput, keong, bekicot. Bagian diserang: batang, daun. Cara mengatasi: bersihkan bedeng dari rumput
  4. Damping off (lodoh). Bagian diserang leher akar. Kecambah tumbang dan mati. Cara mengatasi: drainase harus baik, misal dicampur pasir. Beri naungan dan sterilisasi tanah persemaian dengan fungisida. Cabut tanaman yang terkena. Usahakan mendapat cukup sinar matahari

Penanaman

  1. Busuk akar Armillaria mellea. Gejala: pada kulit terdapat benang-benang tebal berwarna putih yang bila dibasahi menjadi kuning. Daun rontok dan ranting mati. Cara mencegah: tebang, beri arbosida, penjarangan teratur, beri 500 g serbuk belerang ke galian tanah bekas serangan cendawan akar putih
  2. Rengas Coptotermes curvignathus. Pangkal batang tertutup kerak tanah berwarna cokelat. Cara mencegah: penghancuran sarang, pemberian insektisida
  3. Bercak daun oleh cendawan umum terjadi pada tanaman berdaun lebar dan tanaman muda di lapangan. Cara mencegah: semprotkan fungisida
  4. Cendawan akar merah Corticium salmonicolor. Gejala: pada ranting dan cabang terserang terdapat lapisan benang berwarna putih, lama-kelamaan berubah merah jingga. Kulit pohon di bawah menjadi belah dan busuk. Bila serangan berat cabang di atas mati. Pencegahan: tingkatkan intensitas cahaya matahari dengan penjarangan, bagian yang terkena diberi fungisida lalu kupas dan bakar. Luka bekas kupasan ditutup dengan ter. Bila serangan berat, pohon ditebang dan dibakar
  5. Ganoderma pseudoferrum. Bagian terserang: pohon menjadi layu, merana, dan mati. Cara pencegahan: tebang pohon yang sakit, tonggaknya diambil dan dibakar. Buat selokan isolasi selebar 1 – 1.5 m mengelilingi pohon yang sakit dan sebaris pohon yang sehat. Berikan fungisida pada pohon terserang
  6. Kutu dengan serangan intensif sehingga dapat mematikan tanaman
Powered by WishList Member - Membership Software