Agar Produksi Sawit Melangit

Filed in Inspirasi, Majalah by on 09/04/2019

Lahan tepat dan perawatan intensif jaminan hasil panen membubung.

Penambahan humus dan pemupukan tepat kunci panen kelapa sawit optimal.

Data Kementerian Pertanian pada 2017 menyebutkan panen kelapa sawit di tanah air rata-rata hanya 2—3 ton tandan buah segar (TBS) per hektare. Indonesia peringkat ketujuh dalam hal produktivitas kelapa sawit. Guatemala berada di puncak dengan produktivitas 21,06 ton per hektare. Menurut manajer unit kebun PT Perkebunan Nusantara V, Choiri, potensi hasil panen kelapa sawit di tanah air sebetulnya bisa jauh lebih baik. “Caranya adalah dengan menerapkan budidaya intensif,” katanya.

Choiri menargetkan pada 2019 panen kelapa sawit bisa hingga 24,7 ton TBS per hektare atau dua kali lipat rata-rata panen di negeri jiran. Namun, target itu tidak akan tercapai bila masih banyak aral melintang dalam hal budidaya. Hingga kini gangguan gulma dan serangan hama penyakit masih menjadi momok bagi para pekebun. Kedua gangguan itu dapat diatasi dengan pengaturan lingkungan dan aplikasi pestisida serta herbisida tepat guna (baca: Taktik Atasi Aral halaman 88—89).

Humus

Menurut praktikus nutrisi kelapa sawit di Jakarta dan Direktur PT Novelvar, Herman Suriato, banyak faktor yang mempengaruhi hasil panen kelapa sawit. Salah satunya sifat tanah dan curah hujan di lokasi kebun. “Curah hujan rendah atau berlebih menjadi tantangan bagi pekebun,” kata Herman. Pria asal Medan, Sumatera Utara, itu mengatakan, kadar humus dalam tanah juga turut mempengaruhi hasil panen.

Tanah kaya humus lebih baik daripada tanah miskin humus. Namun, jika tanah kelebihan humus juga perlu perlakuan khusus. Jika humus terlalu banyak, misalnya pada tanah gambut, dapat menyebakan pH tanah menjadi rendah atau asam. Menurut Herman, nutrisi Novelgro Terra membantu menetralisir tanah yang terlalu asam. Produk yang mengandung asam humat dan asam fulvat itu juga dapat membantu menetralisir keracunan tanah.

Contohnya tanah yang kelebihan hara mikro boron. “Kadar boron berlebih bisa menjadi racun,” tutur pria yang juga pekebun sawit sejak 1990 itu. Novelgro Terra menetralisirnya dengan cara mengkelat atau mengikat unsur itu. Nantinya boron yang dikelat itu dapat dilepas lagi sebagai nutrisi jika dibutuhkan tanaman. Herman menuturkan, Novelgro Terra adalah pembenah tanah yang mengandung asam humat dan asam fulvat.

Rata-rata hasil panen sawit tanah air masih relatif rendah.

Kedua asam itu merupakan konsentrat humus berbahan dasar karbohidrat seperti halnya humus di alam. “Di alam humus berasal dari tanaman, tanaman berasal dari hemiselulosa, dan hemiselulosa pun berasal dari karbohidrat,” kata Herman. Itulah sebabnya Novelgro Terra berperan meningkatkan kadar humus dalam tanah. Tanah dengan kondisi humus baik, pertukaran kationnya juga lebih baik jika diberi pupuk. “Pada tanah pasir yang minim humus pasti minim pertukaran kation,” tuturnya.

Menurut Herman kelebihan lain asam humat adalah dapat membantu menjaga pertumbuhan mikroflora tanah lebih baik. Mikroflora berfaedah untuk membuat antibodi atau kekebalan tubuh alami tanaman. Pada tanah kaya liat, asam humat berperan membantu memperbaiki struktur tanah menjadi agregat atau berpori. Dengan begitu oksigen bisa masuk ke tanah. Pori pada tanah juga membuat pertumbuhan perakaran lebih optimal. Itulah sebabnya panjang akar kelapa sawit yang tumbuh di lahan berpori bisa mencapai 90 cm.

Perawatan optimal sawit sejak pembibitan.

Herman menuturkan, rendahnya produktivitas kelapa sawit biasanya disebabkan oleh akar yang pendek. Akibatnya, tanaman kesulitan menyerap air dan nutrisi. Akar yang panjang memudahkan tanaman menyerap air di dalam tanah saat kemarau. Pori tanah yang baik juga memudahkan air meresap ke dalam tanah. Menurut Herman kebutuhan air irigasi sawit adalah 3 mm air per hari atau 90 mm per bulan.

Jika dianalogikan dengan iklim, kondisi itu ibarat saat bulan basah. Jika kondisi tanah terlalu banyak mengandung liat, maka saat diberikan air sebanyak itu malah menyebabkan air tergenang. Jika dibiarkan, lama-kelamaan di permukaan tanah terbentuk membran yang dikenal dengan istilah hard pen. Akibatnya, air tak bisa meresap ke dalam tanah sehingga tanah tidak memiliki cadangan air saat kemarau.

Nutrisi

Menurut Herman, PT Novelvar juga memproduksi pupuk injeksi. Pupuk itu dapat digunakan untuk kelapa sawit yang tumbuh di lahan banjir. Pemberian pupuk standar di lahan banjir tidak akan efektif karena pupuk pasti tercuci air saat banjir. Solusinya gunakan pupuk yang diinjeksikan ke batang. Herman menuturkan sawit adalah keluarga palem-paleman yang memiliki pembuluh tapis tersebar.

Direktur PT Novelvar, Herman Suriato.

Lubangi batang dekat pembuluh tapis, lalu benamkan pipa seukuran lubang. Selanjutnya berikan pupuk khusus cepat urai atau fast release dan kitosan pada lubang pipa. Kitosan berperan menjaga lubang pada batang agar tidak bercendawan. Menurut advisor kelapa sawit di Jakarta, Dr. Ir. Witjaksana Darmosakoro M.S. injeksi berpotensi merusak jaringan batang. Kelapa sawit termasuk monokotil, sifat dari tanaman monokotil tidak bisa menumbuhkan jaringan rusak. Penambahan kitosan upaya mencegah kerusakan batang kelapa sawit.

Bibit penyakit bisa masuk lewat jaringan luka. Penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik berbarengan lebih dianjurkan untuk kelapa sawit. Musababnya pupuk organik bisa meningkatkan kemampuan akar untuk menyerap pupuk anorganik. Namun, pada kondisi gambut yang kaya bahan organik kombinasi pemupukan anorganik dengan pemupukan hayati lebih disarankan.

Menurut Business manager estate and plantation PT Bina Guna Kimia atau FMC, Ari Panca Nugraha, penyebab lain rendahnya produktivitas kelapa sawit adalah unsur hara yang menumpuk dan terikat pada tanah. Akibatnya pupuk tidak dapat digunakan lagi oleh tanaman. Kondisi itu akibat pemberian pupuk sintetis kimia secara terus-menerus dalam jangka panjang. Pekebun dapat menggunakan Micro Ferti Magnet untuk mengatasinya.

Produk FMC, itu membantu proses pembongkaran unsur dalam tanah sehingga meningkatkan serapan unsur hara bagi tanaman. Tanah baik, tanaman sehat, dan nutrisi terpenuhi, solusi panen sawit membubung. (Muhamad Fajar Ramadhan; Peliput: Hana Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Tags: , ,

Powered by WishList Member - Membership Software