Agar Patek Tak Berkutik

Filed in Inspirasi, Majalah by on 09/01/2019

Mulsa menjaga tanaman dari kelembapan yang terlalu tinggi. Lingkungan dengan kelembapan tinggi amat disukai oleh cendawan penyebab patek.

Lahan bersih mencegah serangan penyakit. Pemasangan mulsa plastik hitam perak siasat mencegah serangan antraknosa.

Sidiq Pranoto menjaga betul pertanaman cabai merah besar di kebunnya. Pekebun cabai di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, itu rutin mengontrol kebersihan kebun secara berkala. Ia membersihkan kebun dari gulma, dedaunan kering maupun busuk, dan sampah. Menurut Sidiq kedisiplinan pekebun dalam merawat tanaman sangat penting agar panen memuaskan, terutama penanaman pada musim hujan.

Sebab, pada musim hujan seperti sekarang serangan cendawan meningkat sehingga mengancam panen. Yang menjadi momok tentu saja kehadiran cendawan Colletotrichum capsici dan C. gloesporioides yang menimbulkan penyakit patek alias antraknosa. Oleh karena itu, Sidiq menyiapkan banyak hal sebelum menanam cabai. Ia menyediakan mulsa plastik hitam perak (PHP).

Cegah serangan

Menurut Sidiq, “Mulsa berguna menjaga kebersihan kebun sehingga serangan cendawan bisa ditekan.” Tujuh tahun terakhir Sidiq menggunakan mulsa selama berkebun cabai di lahan 4.000 m². Bagi Sidiq pemasangan mulsa amat penting di lahannya karena berjenis tanah liat. “Jika tidak diberi mulsa maka lahan mudah kotor dan ditumbuhi rumput,” ujarnya.

Kebun yang kotor tentu saja merugikan sebab menjadi sarana penularan penyakit, termasuk antraknosa. Penyakit ganas itu kerap membuat pekebun cabai gagal panen. Bisa dikatakan pemasangan mulsa merupakan langkah awal bagi pekebun untuk mencegah serangan patek. Hal itu penting dilakukan karena penyebaran antraknosa sudah sangat meluas baik di kebun-kebun cabai dataran rendah maupun tinggi.

Menurut dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Muhammad Syukur M.Si., penggunaan mulsa plastik berguna agar bagian bawah permukaan daun dan perakaran tanaman cabai tidak terlalu lembap. Syukur menuturkan cendawan patek menyukai lingkungan dengan kelembapan tinggi dan suhu rendah.

Pemasangan mulsa plastik hitam perak pada lahan cabai berfungsi menghambat pertumbuhan gulma sekaligus menekan serangan penyakit.

“Pencegahan patek selayaknya dilakukan sejak dini dengan seleksi benih, pembersihan lahan, dan penggunaan pestisida tepat guna,” kata Syukur. Pekebun bisa menyemprotkan fungisida kontak dan sistemik yang beredar di pasaran. Menurut direktur utama PT Hidup Baru Plasindo, Andri Santoso, mulsa plastik terbaik selayaknya memenuhi kriteria antara lain memiliki tingkat kelenturan tinggi, tahan sinar ultraviolet, dan awet.

Sekali pakai

Mulsa PHP yang kuat dan awet terbuat dari biji plastik murni dan agen antiultraviolet. Warna hitam di sisi bawah mulsa berguna menekan gulma, sedangkan warna perak di sisi atas berfungsi mengusir hama. Praktisi pertanian di Jakarta, Ir. Final Prajnanta M.M. menuturkan pekebun sebaiknya menggunakan mulsa plastik untuk satu kali musim tanam. Musababnya, warna perak sebagai pemantul sinar matahari biasanya memudar.

Jika dipaksakan, fungsi perak pada mulsa plastik bekas tentu sudah berkurang. Biasanya, mulsa plastik bekas musim tanam sebelumnya hanya bisa digunakan 70% karena ada bagian yang sobek. Pemasangan mulsa idealnya menunggu saat cuaca panas antara pukul 09.00-14.00. Selama rentang waktu itu mulsa mudah mengembang saat ditarik.
Final menuturkan sanitasi kebun juga penting untuk menyelamatan tanaman cabai dari serangan organisme pengganggu tanaman. Petik dedaunan yang rusak dan buah yang terinfeksi penyakit.

Cabai merah besar bebas patek apabila pekebun melakukan persiapan tanam sejak dini.

Letakkan daun dan buah itu di dalam wadah khusus. Jangan campur dengan cabai yang sehat. Bersihkan kebun dari buah dan dedaunan yang rontok. Bakar segera bagian tanaman yang sakit itu agar tidak menjadi sumber penularan penyakit. Penularan penyakit bisa juga lewat alat pertanian yang dipakai pekebun, misalnya wadah panen. “Pekebun tidak menyadari telah meletakkan cabai terinfeksi patek ke dalam wadah sehingga cendawan menular ke cabai lain,” kata Final.

Begitu pula dengan tangan pekebun yang juga bisa menjadi perantara penyakit lantaran usai memetik atau memegang tanaman yang terinfeksi cendawan. Jarak tanam lebar juga merupakan upaya menekan serangan cendawan. Musababnya, sirkulasi udara lancar sehingga lingkungan tidak lembap. Keuntungan lain laju fotosintesis meningkat karena tajuk tanaman tidak saling ternaungi. Dengan begitu buah cabai dapat tumbuh dan berkembang optimal. (Andari Titisari)

Tags: , , , , , , , , ,

Powered by WishList Member - Membership Software