Archive for February, 2005

Gula, Tingkatkan Populasi

Filed in tip satwa by on 01/02/2005
Gula, Tingkatkan Populasi

Sebelum ikan dimasukkan ke kantong, tambahkan sesendok gula. Itulah cara eksportir di Singapura mengemas ikan hias. Kantong plastik berkapasitas 45 liter diisi 20 maskoki ukuran medium, 7,5 10 cm. Di tanah air kepadatan sebanyak itu dianggap luar biasa lantaran biasanya cuma 5 7 ekor. Lebih dari itu ikan banyak mati kekurangan oksigen. “Rantai karbon dalam gula terurai menjadi sumber oksigen. Dampaknya, selain populasi lebih padat, umur kirim pun mencapai 11 jam dari 8 jam jika tanpa gula,” kata Dr Edy Hutabarat, dari Departemen Kelautan dan Perikanan. ***

Continue Reading »

Jadi Kapster bagi Golden

Filed in Satwa by on 01/02/2005
Jadi Kapster bagi Golden

Sambil mengepalkan tangan, Jani Lauw bersorak nyaring ketika Anthem’s New York River dinobatkan sebagai best in show pada Desember 2004 “Sosok bagus, bulu tebal dan lebat,” ucap Robert Sharp, juri asal Amerika Serikat. Tak heran, bila Hudson—panggilan Anthem’s New York River—menyabet 2 best of breed (BOB) di kontes all breed Perkin Jaya di Lapangan Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Continue Reading »

Permak Jengger Supaya Cantik

Filed in Laporan khusus by on 01/02/2005
Permak Jengger Supaya Cantik

Penggemar musik, siapa yang tak kenal Michael Jackson? Dengan suara merdu dan aksi panggung atraktif, pelantun Heal the World itu dinobatkan sebagai raja pop dunia. Toh, ia agaknya kurang percaya diri. Ratusan juta dolar rela dihabiskan untuk mempermak penampilannya. Dengan bantuan pisau bedah, kulit menjadi putih mulus, hidung mancung, dan dagu terbelah.

Continue Reading »

Kontes Serama Tujuh SeramaMenguak Jawara

Filed in Laporan khusus by on 01/02/2005
Kontes Serama Tujuh SeramaMenguak Jawara

Dadanya dibusungkan, sayap menjuntai. Lalu dengan langkah mantap Sri Penang melangkah di atas catwalk 60 cm x 120 cm. di fi nal kontes serama, ayam mungil berbobot 290 g itu tampil memukau. Hartono, sang juri mengganjar penampilan koleksi Megananda Daryono itu dengan nilai 69. Ia merebut jawara pertama di kelas dewasa sekaligus menghempaskan 10 pesaing lain.

Continue Reading »

Sulitnya Perbanyak si Mini

Filed in Laporan khusus by on 01/02/2005
Sulitnya Perbanyak si Mini

“Dari 6 butir yang dierami induk, paling banter menetas 2 butir,” kata The Leong Toh, penangkar kenamaan di Penang, Malaysia. Menangkarkan serama memang sulit. Dan itu sudah ia buktikan selama puluhan tahun. Tak heran bila populasi ayam mini itu terbatas. Nah, supaya itu tidak terjadi, pilih induk bermutu, kunci sukses agar tingkat penetasan telur mencapai 50—70%.

Continue Reading »

Serama Tiga Rupa, Tiga Istimewa

Filed in Laporan khusus by on 01/02/2005
Serama Tiga Rupa, Tiga Istimewa

Pernah melihat fi lm Terminator? Di sana Arnold Schwarzeneger memerankan tokoh polisi masa depan pemberantas kejahatan. Kaki tegap dan dada membusung. Kesan itulah yang kini disematkan pada serama asal Malaysia. Ayam terkecil di dunia itu juga selalu melangkah tegap dengan dada membusung.

Continue Reading »

Borong Serama, Gaet Laba

Filed in Laporan khusus by on 01/02/2005
Borong Serama, Gaet Laba

“Ini berharga Rp500.000,” kata Muchsinin dari Mega Bird Farm, Bogor, Jawa Barat, sambil mengangkat anak ayam sebesar bola tenis meja. Setiap bulan 10 anakan ayam super mungil produksi Megananda Daryono sudah diserbu pembeli. Saking gandrungnya pada ayam mini asal Malaysia itu, para mania rela inden sejak 3 bulan silam.

Continue Reading »

Pasukan Masa Depan si Pedas

Filed in Sayuran by on 01/02/2005
Pasukan Masa Depan si Pedas

Keputusan itu akhirnya diambil Margono. Pekebun di Cilawu, Garut, Jawa Barat, itu berketetapan menanam provost untuk ketiga kalinya. Maklum, pada penanaman sebelumnya di lahan masing-masing 3 ha, ia merasakan manisnya berkebun si pedas. Betapa tidak, produktivitas tinggi, mencapai 1 kg per tanaman, bernas, dan resisten penyakit. Itu bukan satu-satunya cabai baru harapan pekebun. Masih ada pertiwi, adipati, senopati, dan cabai australia.

Continue Reading »

Mereka Tertambat Dewi Sri

Filed in Sayuran by on 01/02/2005
Mereka Tertambat Dewi Sri

Bisnis udang windu yang mengalirkan omzet Rp200-juta sehari ditinggalkan Surya Gandamanah. Ia malah menanam padi yang dikenal gurem. Keputusannya berbuah manis, ia berhasil menyulap padi menjadi tambang emas baru. Untungnya tak tanggung-tanggung, Rp500-juta/tahun. Lahan luas—70 ha—kunci keberhasilan. Sarnadi, pekebun lain di Banten, melakukan hal serupa di atas sawah seluas 30 ha.

Continue Reading »

Dari Betawi ke Negeri Petrodolar

Filed in Sayuran by on 01/02/2005
Dari Betawi ke Negeri Petrodolar

Sayur asam bukan monopoli kita. Nun di Jeddah dan Mekah menu serupa juga dapat disantap. Malahan di Amsterdam dan Paris sekalipun, sayuran itu kini dapat dicicipi. Semua berasal dari para eksportir di Jakarta. Beginilah sayuran yang memanjakan lidah itu dikemas.

Continue Reading »

Powered by WishList Member - Membership Software